Tentang Rumah Impian

Punya rumah pasti jadi impian setiap keluarga, iyalah ya.. dimana lagi kita bisa bobo enak, makan enak, ngobrol enak selain diiii meeekdiii~~ selain di rumah eheheh. Walaupun kata pepatah “home is a feeling” tapi alangkah lebih sempurnanya kalau home itu adalah house *lah?!*

Banyak cara yang bisa diambil supaya kita bisa mewujudkan rumah impian kita, bisa dengan nyicil via bank, via orang tua *patut dicoba, supaya tanpa bunga, yahhhh namanya juga usaha hehe* atau nabung dulu baru beli, mau rumah second atau rumah baru. Yang penting si rumah impian bisa didapatkan. 

Akupuunn masih dalam rangka tentang rumah impianku, dalam rangka mendesign rumah yang masih belum dibangun, beberapa bulan kemarin aku tiap malam sibuk scrolling ide-ide design rumah dari instagram. Mau dibawa kemana design rumahku nanti yang bisa mewakili karakter aku dan Papatunk si extrovert dan introvert ini.

Aku cenderung senang dengan warna pastel, Papatunk senang dengan warna gelap yang itu-itu aja, warna monochrome. Hayoh lohhhh pegimana lohhh.. Tapi satu hal yang sama, kami sama-sama suka yang simpel saja. Tak terlalu banyak barang, tak terlalu rame, tak bertingkat, tak terlalu besar dan sepakat sama-sama suka warna putih.

Kenapa ga mau bertingkat? Capeee… T_T kebayang kalau usia udah makin tua takutnya makin males naik tangga takut lututnya sakit… maaf kami memang pemalas, wakakak. Kenapa ga mau terlalu besar, pas anak-anak udah besar paling yang ngisi cuma kami lagi kami lagi 😂

Papatunk sebetulnya suka design rumah yang kotak-kotak, minimalis. Aku senang dengan design rumah lucu ala ala american. Berbulan-bulan lamanya konsul sama arsitek, apakah bisa menggabungkan rumah gaya american dengan yang minimalis kotak-kotak, takutnya aneh. Masalahnya rumahku cuma satu lantai, sedangkan american rata-rata bertingkat dan punya atap pelana. Kebayang kalau rumahku american atapnya setinggi apa 😀

Beberapa kali ganti design, mulai dari vintage lalu skandinavian. Tapi gaya vintage rasanya terlalu berat, image ku gaya vintage itu diisi oleh kayu-kayu jati semacam ukiran jepara. Not so me banget. Skip.

Ganti gaya skandinavian, skandi kan kebanyakan warna monocrome, not so me juga walaupn yes so Papatunk banget.. hahahahaha.. Sebetulnya kan bisa ya designnya skandinavian terus main di warna aja entah itu furniture ato cat tembok, tapi aku merasa kurang sreg. Lalu aku sama Papatunk galau.

Akhirnya aku menemukan satu design yang cucok di hatiku dan *sepertinya* Papatunk juga, sesuai dengan impianku, gaya american yang simpel *sebetulnya yang cocok di Papatunk bagian simpelnya aja sih kayanya, hahaha*. Aku menemukan akun homepiness, saat pertama kali liat aku langsung jatuh hati, cinta pada pandangan pertama. Cek deh akunnya keren banget semuanya!

Fix, rumah impianku terinspirasi berat dari homepiness.

Next aku share ya akun instagram yang bisa dijadiin inspirasi buat mendekor ato membangun rumah hasil dari keisenganku tiap malam.

American iya, simple iya. cuma bedanya dia rumahnya bertingkat jadi kesan americannya dapet banget, kalau kami kan cuma selantai, tapi kami poles supaya terlihat american dari printilan eksteriornya.

Rumah kami juga nanti akan dibuat open space, tidak bersekat biar satu sama lain bisa saling tau kegiatan masing-masing, dannn aku udah rikwes supaya dibuatkan satu ruangan khusus wardrobe haahahhaa *evil mode* tujuannya sih biar bajunya ga berantakan, tak lupa ruang cuci jemur juga biar ga ribet.

Dan pada akhirnya kami memutuskan pakai atap pelana setinggi apapun nantinya yang penting, sesuai rumah impian walaupun pada proses pembangunannya akan membutuhkan dana dan tenaga yang tidak cuma cuma.

Doakan kami membangun rumah impian kami yaaa~~

 

6 Comments

  1. Inda chakim

    May 5, 2017 at 3:01 am

    Semoga keinginan mbk dan keluarga utk membangun rumah impian bs segera terwujud ya mbk, amiiinnnnn 🙂

    1. opipolla

      May 5, 2017 at 2:56 pm

      aminn aminnn… makasih mbak inda <3

  2. Hastira

    May 5, 2017 at 3:13 am

    rumah impianku juga gak beringkat tapi mungil. Aku melihat ibu dan mertuaku dg rumah besar saat semua anaknya sdh menikah, menjadi kosong dan butuh orang untuk rutin membersihkan tumah dan ruang di atas gak pernah ditengok krn sudha malas naik tangga.

    1. opipolla

      May 5, 2017 at 2:55 pm

      aahh setuju sekali mbak, itu salah satu kriteria aku kalau bikin rumah mbaakkk…
      makasih sudah mampir ya mbak

  3. indiRa

    May 5, 2017 at 1:45 pm

    Waaah sama donk..kami juga belum bikin nich..masih sibuk sekolah..hiks…semoga segera bisa punya home sweet home sendiri yaa

    1. opipolla

      May 5, 2017 at 2:56 pm

      iyaaa mari semangat bersama2 membangun si rumah mungil nan bahagia mbaaakk yuhuu

tulislah komentar pada tempatnya, yuk!