Menyapih Endo #Part 1

So, one of my #motherhoodgoals (and of course all mommies) adalah MENYAPIH. Karena Endo udah 2 tahun lah di 22 April lalu dan aku sangat ingin menyapih Endo di usia dia yang 2 tahun karena apa? karena sesuai anjuran AlQuran, walaupun aku belum nemuin artikel yang terpercaya tentang efek samping kalo nenen lebih dari 2 tahun, tapi kalau sudah ada tuntunannya dan kami (aku & endo) sudah khatam di tahun kedua kenapa mesti ditunda-tunda? Lagipula sudah niat dari sejak awal nyusuin kalau aku pengen banget nyapih Endo di usianya yang kedua, jadi begitu lebih dikit aku udah ga enak hati aja kaya punya target yang ga tercapai. Ceileeehhh mikirin target. Prettt..

[Baca : Tumbuh ceria dan bahagia, endolitaku!]

*catatan: dibawah akan banyak sekali kata nenen, jadi maaf ya :p*

Yahhh itu kan niatnyaa, tapi kalo kenyataan berkata lain misalnya Endo belum mau disapih yasudah ngikut aja dulu maunya sampai pada ahirnya Endo sendiri yang mau disapih, karena menyapih itu ga semudah yang dikatakan, perlu kesabaran serta kekuatan mental. Betul begitu bo-ebo?

Karena juga, ternyata menyapih itu ga cuma buat anaknya tapi juga nyapih ibunya. Lah ho’oh kalo anaknya nangis-nangis pengen nenen ibunya ga tega, ujung-ujungnya dikasih lagi ya nenen lagi, kemudian jadi neverending nenenin. Been there -____-

Ancang-ancang menyapih ini sudah aku dan Papatunk lakukan sejak Endo usia 8 bulan dong, dari usia segitu Endo udah kami sounding kalau nenennya harus sampai 2 tahun dan harus berhenti di 2 tahun. Even perjalanan menyusuiku kurang bagus karena Endo gagal asix sejak usia 5 bulan 2 minggu T____T *sad moment ever* tapi aku kan harus berjuang menyusui sampai titik darah penghabisan.

Kegiatan “sounding-soundingan” ini aku dapet dari Ibu di kantor *terima kasih untuk para ibu-ibu di kantor yang selalu menginspirasi aku dari soal mudik ampe soal parenting* yang cara menyapih-nya dengan cara self weaning, meyapih sendiri. Tidak ada oles-oles obat merah-lah, batrawali-lah, cengek-lah, dan sebagainya, karena aku takut Endo trauma dan rasanya kaya bohongin dia, inginnya Endo tetap ingat dan terpatri dalam jiwanya kalau moment nenen adalah moment terindah buat kami berdua, aku ga mau menghancurkan perasaan itu di diri Endo ((menghancurkan perasaan)) ((terpatri di jiwanya)) *salto dulu ah*

Jadi cara oles-oles itu kami skip, tapi masih masuk list takutnya nyapihnya ga berhasil. Beberapa list cara menyapih sudah kami siapkan sih, kaya yang utama adalah self weaning, lalu  mau mencoba emak-anak dipisahin, kalo masih ga berhasil berarti pake oles-oles. Oke deh.

Back to sounding dan self weaning, cara kerja self weaning ini adalah, si anak dikasih tau dari sejak jauh-jauh hari even jauh-jauh bulan kalau dia sudah harus berhenti nenen di usia 2 tahun. Begitu mendekati hari ulang tahunnya, frekuensi sounding semakin sering sedangkan frekuensi nenen semakin dikurangi.

Sounding ini dilakukan dari sejak bangun tidur sampe mau tidur, semacam pillow talk dan morning talk gitu, dikasih kata-kata positif dan motivasi. Lalu viola! anaknya ibu kantor-ku di usianya yang 2 tahun tiba-tiba berhenti dengan sendirinya. Amazing…

Wah aku pun pengen ah ngikutin self weaning ini, secara selama ini taunya pake cara oles-oles sedangkan hatiku berkata kalau itu bukan cara yang kuinginkan.

Mengikuti cara self-weaning ini akhirnya menjelang ulang tahun keduanya Endo kami memperbanyak kata-kata positif untuk menyuruh Endo berhenti nenen, untungnya dot pun dia sudah lepas dari usia 18 bulan. Dan kami ga mau menggantikan nenen dengan dot (lagi), karena seperti yang kita sudah tau dampak negatif dari dot selain bikin struktur gigi dan rahang jadi jelek, gigi jadi rusak jadi karies gitu, ketergantungannya lebih parah daripada nenen, akan sangat susah menyapih dari dot dibanding menyapih dari nenen. Aku dulu anak dot dan gigiku rusak parah 🙁 aku ga mau Endo pun mengalami yang aku alami.

Oke, kata-kata positif udah kami lakukan, tinggal tunggu ulang taunnya Endo.

Nahhh.. gimana cerita menyapih Endo ini berlangsung? Jengjeeennggg.. nantikan di episode hidayah selanjutnya..

PS : dibagi 2 part karena kepanjangan -__-

 

5 Comments

  1. April Hamsa

    July 25, 2016 at 3:26 pm

    Anak pertamaku dulu lulus ASI 2 tahun 5 bulan hehe, itu krn pas lg hamil jd mungkin asinya dah mampet jg kali ya

    Bt sukses ya menyapihnya 🙂

    1. opipolla

      July 28, 2016 at 10:21 am

      jadi asinya berhenti sendiri gitu mak?

      terima kasih maakkk.. 😀

  2. Marini

    July 27, 2016 at 12:53 am

    Semangat endo,
    Idlan 2tahun 4bulan 4hari nyapih..perjuangan wwl teh..
    Semangat!

    1. opipolla

      July 28, 2016 at 10:09 am

      yeaaayyy.. makasih teh ien

      ceritain dong nyapih idlan :3

Leave a Reply