tentang menikah

Tentang Pernikahan

Jadi hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan aku dan Papatunk yang ketiga. Yeayyy! Di ulang tahun ketiga ini ada yang spesial karena kami melewatkannya dengan mudik berduaan ke Klaten karena adik iparku mau nikah sambil menyapih Endolita. Drama menyapih ini belum berakhir huhuhu..

So, what happened after 3 years of marriage? Yang kata orang kalo nikah itu cinta-cintaannya cuma di 1 – 2 tahun pernikahan, sisanya komitmen. Jadi aku dan papatunk udah saling ga cinta lagi gitu maksudnya? Ya ngga gitu jugaaa~~ cinta kami ga berkurang tapi berubah ke bentuk yang lain. Seperti dari bentuk hati ke bentuk bulat, ……digoreng, dadakan, lima ratusan. KRIK.

Dulu, jauh sebelum aku dan Papatunk bertemu dan memutuskan menikah, aku sudah dapat banyak wejangan tentang pernikahan yang ternyata kepake banget di dunia per-rumah-tangga-an ku. Aku suka kepo aja gitu sama kehidupan rumah tangga ibu-ibu itu dan aku pengen curi ilmunya, ilmu kelanggengan mereka. Dan ya ampun para ibu itu sungguh dermawan dengan ilmunya, dari mengajarkan aku cara “meminta” jodoh sama Allah sampe cara berkomunikasi dengan suami.

Salah satu ibu itu bilang kalau minta jodoh itu jangan tanggung-tanggung, minta sampai spesifik mungkin di setiap doa kita.  Dan yang paling penting doa kita itu harus bersifat positif, harus bikin tutorialnya ga sih? wakakakkakak.. karena pasti panjang banget kalo diceritain.

Ibu yang lain kemudian berbagi ilmunya tentang pernikahan, yaitu bahwa nikah itu 1-2 tahun cinta-cintaan, sisanya komitmen. uhuhuhu.. gimana atuh caranya biar langgeng? kemudian ibu itu bilang kuncinya adalah sabar, syukur, ikhlas, dan maaf. Ya Allah itu kan implementasi ilmu agama tingkat tinggi 😢

Setelah dirasa-rasa selama 3 tahun ini ya memang itu sih kuncinya, harus sabar kalau suami kita itu orangnya agak cuek dan tiis, sabar kalau kita misalkan masih jadi kontraktor sedangkan teman-teman kita sudah pada sukses punya rumah sendiri.

Bersyukur meskipun suami tiis cuek tapi mau banget bantuin kerjaan rumah, mau bantu mandiin anak atau nemenin main disaat kita sedang kerepotan masak ato paling ngga bersyukur karena kita udah ada yang mau, karena jadi perempuan single itu ga gampang sis. Been there.

Lalu ikhlas terima semua kekurangan suami karena kita pun pasti banyak kekurangannya dan suami pun dengan ikhlasnya nerima kita, ikhlas menjalankan perintah suami karena memang itu kewajiban kita dengan percaya semuanya dinilai ibadah.

Terakhir, memaafkan dengan hati yang lapang semua kesalahan suami tanpa dibesar-besarkan karena inget kita pun ga selama nya benar dan pasti suami pun lebih banyak maafin kesalahan kita.

Lalu ibu yang lain kasih wejangan kalau para pria itu buta kode, mereka ga akan ngerti kode, Morse, sandi rumput yang kita kirimkan. Straight to the point katakan apa yang kita inginkan, kalo laper ya bilang laper jangan bilang ngga tapi tiba-tiba marah gegara “lo ga peuka bangeuut sihhhh” padahal kitanya yang ga ngasih tau. Heiiyyy cowo tuh udah dari sononya ga dikasih ilmu bisa baca kode taukk.

Tapi kalau aku sendiri kadang suka kode-kodean, tapi kode ini sebelumnya udah dibriefing terlebih dahulu, wakakakakak.. maksudnya jadi aku selalu bilang apa yang harus dilakukan oleh Papatunk kalo aku marah, jadi aku udah kasih clue duluan yah biar gimanapun perempuan tetep ujungnya kode tak kode kode, dasar cewe! makanya aku ga suka cewe! Jadi akupun tetep bisa berkode tanpa ujungnya gendok ga diwaro, hahaha!

[baca : Tips baikan sama suami ala mamindo]

Berbekal cowo gabisa baca kode, makanya aku dikit-dikit pasti selalu bilang apa yang aku ga suka dan aku suka, ato tanya apa yang Papatunk suka ato ga suka. Lebay tapi buatku penting biar bisa mencegah dari pertengkaran. Tapi ga asal tanya, liat waktu yang pas untuk nanya jangan pas lagi marahan eh suaminya ditanya-tanyaaaa mulu. Jangan lupa cari cara yang enak buat nyampein ke suami, karena cuma kita yang tau cara dan moment terbaikssss.

Intinya, komunikasi itu penting banget gaes. Harus mulai dibangun dari sejak awal nikah dan mau saling berubah demi kelanggengan rumah tangga. Aku selalu diingatkan kalau suatu hari nanti yang kita punya cuma pasangan kita, anak-anak pasti akan pergi dan punya hidupnya masing-masing. Kalau ga ngebangun keharmonisan dari sekarang, nanti yang ada saling curiga.

Satu lagi pesan dari tante aku dulu ketika memilih suami, katanya carilah cowo yang kita cintai. Karena kalau misalkan ada kekurangan dari dia kita pasti maklum dan maafin karena kan itu pilihan kita, cowo yang kita cintai. Makanya aku pikir wajar banget Cinta milih Rangga, karena chemistry itu gabisa dibeli pake duit *jadi nyambung ke AADC coba* *random banget akyuuu*

Haaaahhh.. apalah aku ini udah share cerita-cerita begini kaya yang udah bener aja rumah tangganya. Masih jauuuh aku juga perjalanannya, baru juga 3 taun. Tapi at least nulis gini buat kubaca suatu hari nanti jadi pengingatku kalau aku harus tetap kompak sama Papatunk.

Pokonya happy 3rd anniversary Papatunk! There’s so many years to go!

Published by

4 thoughts on “Tentang Pernikahan

    1. hahahahahaha… amin aminnn
      iya doain ya aku jg pengen punya bayi lg nih
      mungkin aku harus menjebak papatunk nih

      hahahahah *rencana macam apa juga ini?*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *